Updating to Node v0.12

Today I just noticed that I’m still using the old version of Node, v0.10.36 to be precise. So, I head over to Node blog to see what is happening. It seems to be there is an update for the v0.10.x contained a fix for CVE-2015-0278. I can just update the Node installed on my laptop to v0.10.37 and at the same time I’m curious what if I move forward to Node v0.12.0. I don’t really get into the Node v0.12.0 stuff, so I decided to update it to those version. At this point I’m not quite sure what changes that brought to the Node v0.12.0. There is a few great a places to start digging what’s new in Node v0.12:

  1. API changes between v0.10 and v0.12
  2. What’s New in Node v0.12

Beralih dari Eclipse ke Android Studio

Pertengahan tahun 2014 saya masih menggunakan Eclipse with ADT untuk melakukan pengembangan aplikasi Android. Di penghujung tahun 2014 saya mulai coba menggunakan Android Studio untuk tahu seberapa stabil IDE ini jika dijalankan di laptop saya yang berbasiskan Ubuntu. Berdasarkan pengalaman memakai Android Studio selama beberapa bulan ini, hasilnya Android Studio berjalan jauh lebih stabil, tidak seperti Eclipse with ADT yang seringkali crashed. Tentu saja hal tersebut adalah hal yang mengganggu, karena lagi asyik coding, eh tiba-tiba Eclipse IDE yang dipakai menghilang.

Dengan pengalaman menyenangkan yang saya dapatkan dari penggunaan Android Studio selama beberapa bulan ini, saya memutuskan untuk migrasi sepenuhnya dari Eclipse with ADT ke Android Studio. Alasan mendasar kenapa migrasi ke Android Studio, karena memang Android Studio ini sudah menjadi IDE yang resmi dan rasanya juga lebih menyenangkan coding di Android Studio dibandingkan di Eclipse.

Ingin migrasi ke Android Studio tapi masih bingung seperti apa lingkungannya? Coba mampir ke dokumentasi resminya tentang migrasi ke Android Studio.

Mengabaikan semuanya kecuali x

Malam ini saya terjebak di situasi yang mengharuskan saya untuk mengabaikan seluruh berkas yang ada di direktori x kecuali beberapa berkas tertentu. Untuk menghadapi situasi tersebut berikut pattern yang saya gunakan di berkas .gitignore spesifik untuk direktori upload misalnya:

Bacaan lebih lanjut mengenai pattern yang bisa diterapkan di .gitignore silahkan berkunjug ke dokumentasinya.

Mau coba mengembangkan aplikasi di Samsung Gear?

Awal bulan ini saya mendapatkan kabar gembira yang mengharuskan saya untuk mempelajari bagaimana mengembangkan aplikasi di Samsung Gear. Kalau kalian berada pada posisi yang sama seperti saya, sejauh yang saya tahu tempat terbaik untuk memulai adalah Samsung Developers: Samsung Gear.

Di situs pengembangnya, saya lihat dokumentasinya jelas. Jelas yang maksud itu meliputi beberapa hal berikut:

  • Pengantar
  • Referensi API
  • Panduan pemrograman 
  • Contoh aplikasi
  • Video tutorial