Beralih dari Eclipse ke Android Studio

Pertengahan tahun 2014 saya masih menggunakan Eclipse with ADT untuk melakukan pengembangan aplikasi Android. Di penghujung tahun 2014 saya mulai coba menggunakan Android Studio untuk tahu seberapa stabil IDE ini jika dijalankan di laptop saya yang berbasiskan Ubuntu. Berdasarkan pengalaman memakai Android Studio selama beberapa bulan ini, hasilnya Android Studio berjalan jauh lebih stabil, tidak seperti Eclipse with ADT yang seringkali crashed. Tentu saja hal tersebut adalah hal yang mengganggu, karena lagi asyik coding, eh tiba-tiba Eclipse IDE yang dipakai menghilang.

Dengan pengalaman menyenangkan yang saya dapatkan dari penggunaan Android Studio selama beberapa bulan ini, saya memutuskan untuk migrasi sepenuhnya dari Eclipse with ADT ke Android Studio. Alasan mendasar kenapa migrasi ke Android Studio, karena memang Android Studio ini sudah menjadi IDE yang resmi dan rasanya juga lebih menyenangkan coding di Android Studio dibandingkan di Eclipse.

Ingin migrasi ke Android Studio tapi masih bingung seperti apa lingkungannya? Coba mampir ke dokumentasi resminya tentang migrasi ke Android Studio.

Mengabaikan semuanya kecuali x

Malam ini saya terjebak di situasi yang mengharuskan saya untuk mengabaikan seluruh berkas yang ada di direktori x kecuali beberapa berkas tertentu. Untuk menghadapi situasi tersebut berikut pattern yang saya gunakan di berkas .gitignore spesifik untuk direktori upload misalnya:

Bacaan lebih lanjut mengenai pattern yang bisa diterapkan di .gitignore silahkan berkunjug ke dokumentasinya.

Mau coba mengembangkan aplikasi di Samsung Gear?

Awal bulan ini saya mendapatkan kabar gembira yang mengharuskan saya untuk mempelajari bagaimana mengembangkan aplikasi di Samsung Gear. Kalau kalian berada pada posisi yang sama seperti saya, sejauh yang saya tahu tempat terbaik untuk memulai adalah Samsung Developers: Samsung Gear.

Di situs pengembangnya, saya lihat dokumentasinya jelas. Jelas yang maksud itu meliputi beberapa hal berikut:

  • Pengantar
  • Referensi API
  • Panduan pemrograman 
  • Contoh aplikasi
  • Video tutorial

Cara tercepat mengetahui versi generator yang digunakan

Hi, ini catatan singkat cara tercepat untuk mengetahui versi generator-angular-fullstack yang digunakan untuk menghasilkan sumber kode aplikasi.

Untuk mengetahui versi generator yang digunakan untuk menghasilkan sumber kodenya, bisa dilakukan dengan mengikuti langkah umum berikut:

  1. Gunakan fitur pencari di editor untuk mencari berkas Gruntfile.js
  2. Lihat baris paling atas, akan terdapat komentar singkat yang menginformasikan kapan berkas tersebut dihasilkan dan versi generator-angular-fullstack yang digunakan
diff: Gruntfile.js antara kode yang lama dan yang baru

diff: Gruntfile.js antara kode yang lama dan yang baru