Iseng pagi ini: Mencoba codeschool.com

Dengan cuaca Bandung yang agak mendung pagi ini saya jadi merasa mengantuk dan cukup besar godaannya untuk diam di kasur. Berhubungan di kantor saya sedang tidak ada ruangan yang bisa dijadikan untuk tempat tidur, saya mencoba cara lain untuk menghilangkan rasa kantuk, yaitu mencoba Code School!

Bingung juga ingin mencoba yang mana kalau melihat daftar kursus yang jumlahnya relatif banyak dan meliputi beberapa teknologi spesifik seperti Ruby, JavaScript, HTML/CSS, dan iOS. Jadi, saya coba pilih yang gratisan dulu, Shaping Up with AngularJS.

Level 1 completed!

Level 1 completed!

Jadi, setelah saya lihat ternyata Code School ini menyediakan kursus yang ditambahkan unsur gamifikasi didalamnya. Di kursus Shaping Up with AngularJS yang saya ikuti, ada 5 level yang disediakan, dan saya baru mencoba level 1. Di level 1 saya merasakan bagaimana menyenangkannya menggunakan kursus online dari Code School:

  1. Di saat awal kursus dimulai ada semacam jingle video yang isinya tentang AngularJS
  2. Setelah sesi pengajaran dari instruktur ada tantangan berupa live coding yang disediakan. Jika kita berhasil menyelesaikan tantangan yang diminta akan diberikan score.
  3. Setelah berhasil menyelesaikan level, ternyata diberi badge lho

Selain menyediakan konten yang free, ada beberapa materi kursus lainnya yang menarik, dan pembayarannya bisa dilakukan via PayPal. Jadi, kalau teman-teman ingin belajar online dengan cara yang menyenangkan bisa coba Code School!

Penyebab Eclipse Android project no target available pagi ini

Hari ini saya mendapatkan kabar buruk bahwa project build target di Android Developer Tools saya menjadi tidak tersedia. Pada awalnya saya mengira ini adalah hal yang tidak masuk akal, namun setelah saya mengingat kembali kalau tadi malam baru memperbaharui Android SDK ke versi yang terbaru, hal ini menjadi masuk akal.

Project build target is not available

Project build target is not available

Saya coba memeriksa kembali apakah path ke Android SDK sudah benar atau belum. Dan inilah yang saya dapat:

Android SDK requires ADT version 23

Android SDK requires ADT version 23

Semuanya jadi masuk akal kenapa project build target di Android Developer Tools saya menjadi tidak tersedia. Ini kabar tidak gembira, saudara…

Could not find class ‘com.google.android.gms.location.internal.ParcelableGeofence’, referenced from method glt.a

Hari ini menyempatkan untuk memperbaharui Google Play Services SDK dengan versi yang terbaru pada salah satu aplikasi Android yang sedang saya pelihara. Setelah memperbaharui ke versi 4452000 dan mengujinya di device, logcat yang baik hati menampilkan error log berikut:

Wow!

Bahasan serupa di Stackoverflow:

  1. Could not find class ‘com.google.android.gms.location.internal.ParcelableGeofence’, referenced from method glt.a
  2. Error loading classes and failed to load map

Masih hangat issuenya…

Memperbaharui ADT Bundle for Linux secara manual

Hari ini adalah hari yang baik untuk memulai sesuatu yang baru. Hari ini juga adalah hari yang baik untuk memperbaharui ADT Bundle alias Android Development Tools yang saya selalu saya gunakan di setiap aktivitas pengembangan aplikasi Android.

Sayangnya, proses pembaharuan tidak semudah yang dibayangkan dan didiskusikan oleh teman-teman lain yang sudah mencobanya dan workaround yang mereka sarankan nampak tidak berhasil di situasi saya dengan ADT yang terpasang di Linux. Dengan kondisi seperti itu saya mencoba workaround yang belum pernah dicoba sebelumnya oleh saya, yaitu:

  1. Unduh ADT bundle terbaru
  2. Ekstrak file .zip ADT bundle yang sudah diunduh
  3. Hapus direktori eclipse ADT bundle di direktori lama
  4. Copy direktori eclipse yang diperoleh dari hasil ekstrak ADT bundle ke direktori ADT bundle yang lama

Setelah saya melakukan langkah-langkah di atas saya coba jalankan kembali ADT ini dan ternyata workaround tersebut berhasil!

Navigasi filesystem dengan autojump

Sebagai pengguna setia command line interface (CLI), saya sering sekali berpindah dari satu direktori ke direktori lainnya. Untuk direktori yang letaknya tidak begitu dalam, mungkin tidak jadi masalah. Bagaimana dengan direktori yang punya kedalaman seperti berikut:

/a/b/c/d/e/f/g/h

Bisa terbayang kan berapa banyak tombol Tab yang harus saya tekan. Di momen seperti ini saya butuh autojump untuk mengurangi jumlah tombol keyboard yang harus ditekan dan mempercepat navigasi. Dengan autojump, saya bisa loncat kesana kemari, dan ternyata sangat berguna. Untuk pindah ke direktori h saya hanya perlu tekan:

j h

Mantap kan? Makanya, kalau teman-teman sekalian adalah pengguna setia CLI, coba pakai autojump. Detail lanjut bagaimana instalasi dan cara pakainya, silahkan kunjungi situs proyeknya di GitHub.