Bagaimana rasanya kalau coding nggak didukung version control

Bagaimana rasanya kalau coding nggak didukung version control. Judulnya panjang ya dan jangan kaget juga kalau apa yang saya tulis nggak sepanjang judulnya. Kadang saya suka kaget kalau ketemu orang-orang yang salah satu aktivitas kerjaannya melibatkan coding tapi ketika coding tidak melibatkan version control. Kalian para pembaca memakai version control kan untuk dukung aktivitas codingnya?

Berdasarkan pengalaman saya waktu dulu masih cupu, coding nggak pakai version control itu melelahkan. Saya masih ingat waktu dulu ngerjain bagian tertentu dari aplikasi, prosesnya harus diulang kembali karena mengelola versi perubahan source code dengan cara yang kurang baik. Nggak enak lho rasanya menimpa sekian banyak file source code yang bagus hanya karena lupa ganti nama folder.

Begitulah rasanya kalau coding nggak didukung version control, nggak enak…

2 thoughts on “Bagaimana rasanya kalau coding nggak didukung version control

    • Mas Om Mul benar, kalau cuma ngasih demo ngapain juga pakai VCS, saya setuju. Mungkin kalau aplikasi yang dibuatnya relatif kecil pakai VCS bisa dibilang overkill, dan mungkin juga kalau aplikasi demo yang dibuat atau dikasih menunjukkan beberapa skenario, bisa jadi VCS cukup membantu, bisa jadi lho ya. Hahaha.
      Balik lagi ke pilihan dan peniliaian masing-masing kapan harus menggunakan VCS…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s