Bro, yu no use whiteboard?

Hari ini adalah hari Minggu terakhir di bulan Februari, 2013 dan hari ini adalah hari yang indah untuk bercerita tentang masa lalu. Di masa lalu yang indah itu, saya pernah tergabung di satu tim dalam sebuah proyek pengembangan perangkat lunak. Hari itu adalah hari yang indah bagi kami untuk membicarakan tentang bagaimana kami akan mengintegrasikan antara perangkat lunak A dan B. Ini adalah sesi diskusi yang menyenangkan untuk dilakukan bagi para pengembang perangkat lunak yang memang benar-benar menyukai profesi mereka.

Hari itu saya, orang ke-2, orang ke-3, dan papan tulis putih berada di dalam “satu meja” untuk mendiskusikan solusi bagaimana kami akan mengintegrasikan A dan B. Mungkin kalian bertanya kenapa saya menyertakan papan tulis ke dalam daftar tim? Penasaran. Simak terus cerita saya. Untuk merancang solusinya orang ke-2 dan orang ke-3 berdiskusi dengan sangat alot dan saya hanya memperhatikan mereka berdiskusi serta sesekali ‘nyamber’. Selama orang ke-2 mencoba menjelaskan rancangan kasar solusi kepada orang ke-3 dalam bentuk lisan, saya lihat orang ke-3 tampak tidak mudah memahami apa yang baru saja dijelaskan oleh orang ke-2. Mungkin kondisi orang ke-2 bisa diilustrasikan seperti foto yang dibawah ini:
Circle

Orang ke-2 sudah berbusa-busa menjelaskan, tetapi tetap saja orang ke-3 belum bisa menangkap maksud yang dijelaskan oleh orang ke-2. Kondisi orang ke-3 saat itu mungkin bisa juga diilustrasikan seperti foto yang dibawah ini:

Confused Stormtrooper

Orang ke-3 tampak kebingungan dan tidak tahu bagaimana dia harus merespon apa yang sudah dijelaskan orang ke-2. Lalu bagaimana dengan kondisi papan tulis saat itu? Mungkin bisa diilustrasikan seperti foto dibawah ini:

Rustic Picture Frame Whiteboard

Saat itu selama mereka berdiskusi papan tulis tetap bersih, tanpa ada coretan sedikit pun, padahal saya sudah menyarankan mereka menggunakan papan tulis untuk meggambarkan apa yang sedang mereka diskusikan. Mungkin mereka sedang “in the zone” jadi tidak menghiraukan yang lain. Tapi BRO…

YU NO USE WHITEBOARD?

Hal ini seharusnya bisa dihindari jika mereka menggunakan papan tulis sebagai alat bantu diskusi mereka. Sayang sekali, nampak saat itu papan tulis diacuhkan begitu saja. Atau, hal ini bisa dihindari jika mereka, satu sama lain memiliki indra ke-6 dan tentu saja saat itu mereka tidak memiliki indra ke-6.

numbers

Pelajaran dari cerita yang saya ambil dari pengalaman masa lalu yang indah itu, jika kalian sedang mendiskusikan sesuatu dan agak sulit untuk dijelaskan dalam bentuk lisan, gunakanlah papan tulis, dan gambarkan apa yang ingin kalian jelaskan sehingga orang lain bisa menangkap maksud apa yang sedang dijelaskan.

Kalau teman-teman tertarik untuk mengetahui lebih lanjut kenapa kita harus sering-sering pakai papan tulis, silahkan baca referensi berikut:

  1. Software Modeling on Plain Old Whiteboards (POWs)

One thought on “Bro, yu no use whiteboard?

  1. Salam kenal mas,
    Belum lama saya tulis di blog saya tentang merancang ruang rapat untuk entrepreneur yg baru memulai usaha http://yanhr.com/ideas-and-resources/32-research-meeting-room
    Pemikirannya sama mas, hanya saja sekarang bisa lebih praktis dengan menggandakan fungsi whiteboard sebagai projector screen atau hanya menggunakan projector sebagai visual dan menggunakan flip chart sebagai pengganti fungsi whiteboard.
    Terima kasih sudah share artikelnya. Kapan-kapan mampir ke blog saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s