Software estimation itu adalah persoalan memperkirakan, bukan mengarang

Hallo,

saya kembali menulis untuk menceritakan pengalaman nyata yang lucu dan menarik yang saya alami akhir-akhir ini. Pengalaman ini akan saya ceritakan dengan samar karena saya hanya ingin berbagi mengenai kejadian lucu ini tanpa bermaksud menjatuhkan “seseorang”. Masih tertarik untuk mengetahui bagaimana ceritanya?

Beberapa hari akhir ini saya sedang terlibat dalam cukup intensif dalam beberapa aktivitas proyek pengembangan perangkat lunak. Satu hari saya dan tim harus melakukan estimasi biaya pengerjaan perangkat lunak untuk memperkirakan berapa biaya waktu yang diperlukan untuk mengerjakan software X. Saya dan tim mempelajari bahan-bahan pengantar mengenai proyek yang perlu diestimasi biaya waktunya. Belasan menit kemudian saya berpikir kalau bahan-bahan yang pengantar yang diberikan tidak cukup untuk melakukan estimasi biaya dengan “relatif akurat” dan saya sampaikan hal ini ke anggota tim lain (yang level jabatannya lebih tinggi). Lalu dengan nada dan eskpresi muka yang sedikit ngotot dan lucu, dia merespon dengan “ya sudah ngarang saja berapa lama, berapa lamanya“. Apa kalian para pembaca tahu bagaimana saya merespon balik pernyataan tadi? Mungkin beberapa foto di bawah ini mirip dengan ekspresi wajah saya saat mendengar pernyataan “ya sudah ngarang saja berapa lama, berapa lamanya“:

shock horror

Shock-ed

Shocked

Pertanyaan selanjutnya yang muncul dalam pikiran saya waktu itu:

  1. Bagaimana bisa saya bisa melakukan estimasi dengan mengarang?
  2. Apakah “mengarang” adalah salah satu teknik estimasi biaya yang baru-baru ini sedang populer?

Menurut saya sangat mudah untuk menjawab kedua pertanyaan di atas dengan ekspresi muka seperti foto-foto di bawah ini:
funny faces

Scary laughing face

Hahahaha. Dengan tawaan keraslah saya akan menjawab. Tapi niat ingin tertawa itu saya urungkan, karena saya menghormati (hormat bukan berarti takut lho!) anggota tim lain itu dan saya juga tidak suka “menjatuhkan” seseorang di depan orang banyak.

Akhir dari cerita, software estimation itu adalah persoalan memperkirakan, bukan mengarang seperti yang teman saya bilang. Berdasarkan dengan definisi dari kata karangan, yaitu cerita mengada-ada (yg dibuat-buat).

Apakah saya perlu mengambil kelas mengarang, untuk mengarang estimasi biaya dengan baik? Hahahaha. Saya tidak tahu bagaimana saya harus menahan tawa saat menulis pengalaman nyata ini.

ROFLOL

289981080_4008fa579a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s