Inovasi dan Kewirausahaan

EKONOMI KEWIRAUSAHAAN

Karakteristik industri perusahaan kecil dan menengah:

  • Keanekaragaman teknologi yang digunakan (dari yang teknologi biasa sampai teknologi yang maju) .
  • Bidang usaha (restoran, jasa, finansial, klinik kesehatan, alat-alat rumah tangga, penjual kue donat, surat kabar regional, dan lain-lain).
  • Penggunaan “teknologi baru” yakni manajemen wirausaha (entrepreneurial management).

KEWIRAUSAHAAN SISTEMATIK

Wirausahawan (entrepeneur) menurut J B Say (ekonom Prancis – 1800) adalah memindahkan sumber daya ekonomi dari suatu area dengan produktivitas lebih rendah dengan produktivitas lebih tinggi.

Wirausahawan

Orang yang memulai usaha  sendiri (usaha kecil, usaha baru).

Kewirausahaan

Perusahaan yang memiliki ciri tertentu, seperti menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda,  dan mampu mengubah nilai.

Kewirausahaan bukan suatu kepribadian (personality, karena ternyata wirausahawan yang berhasil terdiri dari orang dengan bermacam-macam kepribadian dan tempramen.

Kewirausahaan lebih merupakan tingkah laku (behavior) daripada kepribadian, dasarnya lebih terletak pada konsep dan teori daripada intuisi.

Beberapa ciri-ciri dari pribadi wirausahawan yang berhasil adalah:

  1. Berani menghadapi ketidakpastian,
  2. Mencari perubahan,
  3. Menanggapi perubahan,
  4. Mengeksploitasi perubahan sebagai peluang.

Resiko dapat diminimalis oleh wirausahawan dengan cara memahami apa yang dilakukan dan memiliki metodologi untuk melakukannya. Untuk itu seorang wirausahawan perlu melakukan pendekatan sitematik. Kewirausahaan perlu dikelola dan didasarkan pada inovasi terarah.

Inovasi adalah alat spesifik dari kewirausahaan, inovasi memberikan kepada sumber daya suatu kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan.

Para pengusaha yang memulai dengan ide besar dan ingin melaksanakannya dengan tergesa-gesa hampir dapat dipastikan akan berakhir dengan kegagalan.

Inovasi sistematik terdiri dari upaya mencari perubahan-perubahan secara terarah dan terorganisasi, dan menganalisis secara sistematik peluang yang dapat diberikan oleh perubahan itu untuk melakukan inovasi ekonomik atau sosial.

TUJUH PELUANG INOVASI

  1. Yang Tidak Terduga
    Sukses di luar dugaan
    Produksi air mineral yang dikemas dalam berbagai ukuran (contohnya Aqua). Pada awalnya orang berpikir bahwa air minum adalah komoditi yang mudah didapat dan tidak bisa diperdagangkan. Namun seiring dengan kebutuhan untuk memperoleh air layak minum tanpa harus dimasak dulu, sehingga banyak bermunculan produk air mineral.
    Kegagalan yang tidak terduga
    Kue Brownies bisa dianggap bahwa itu merupakan kegagalan yang tidak terduga. Karena pada awalnya kue tersebut gagal karena tidak mengembang (bantat) sehingga dianggap gagal. Tetapi ternyata kue tersebut digemari dan banyak yang meniru sehingga berkembang dengan berbagai rasa.
    Kejadian luar yang tidak terduga
    Jalan menuju Jakarta lewat Puncak macet pada hari Sabtu dan Minggu karena banyaknya para wisatawan yang akan berlibur di kawasan tersebut. Hal ini berdampak pada jalan alternatif lainnya seperti lewat Puwarkata. Pada kawasan tersebut bermunculan rumah makan dan tempat beristirahat.
  2. Ketidakselarasan
    Adalah suatu penyeimbangan baru, suatu ketidaksesuaian antara yang ada dengan yang seharusnya, atau antara yang ada dengan yang diasumsikan setiap orang.
    Contoh:
    Rumah sakit adalah tempat untuk orang sakit. Tetapi disamping itu juga menyediakan tempat bagi keluarga pasien. Atau beberapa rumah menyediakan tempat untuk disewakan.
  3. Inovasi yang didasarkan pada kebutuhan proses
    Pada proses pemotongan bahan makanan (wortel, kentang, bawang) sering ditemui kesulitan, sehingga muncul pisau yang bisa memudahkan kegiatan tersebut.
  4. Perubahan dalam struktur industri atau struktur pasar yang tidak disadari
    Perusahaan sekarang lebih suka menggunakan tenaga luar untuk melakukan kegiatan kebersihan daripada merekrut karyawan untuk melakukan kegiatan tersebut. Hal ini berdampak pada munculnya perusahaan yang menyediakan tenaga pembersih ataupun tenaga lain yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.
  5. Perubahan demografi
    Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan pendidikan, perlengkapannya seperti sepatu, pakaian dan lain-lain akan bertambah. Hal ini memberikan peluang bagi pengusaha untuk membuka sekolah ataupun pabrik untuk membuat perlengkapannya.
  6. Perubahan persepsi, mood, makna
    Saat ini orang menganggpa bahwa kebutuhan terhadap olahraga saat diperlukan didalam kesehatan ataupun kebugaran tubuh. Hal ini berdampak pada munculnya usaha pembuatan perlengkapan alat olahraga ataupun lokasi-lokasi kebugaran.
  7. Pengetahuan baru, saintific, maunpun non saintifik
    Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi menjadikan salah satu peluang bagi beberapa perusahaan untuk membuat produk yang bisa menghemat sumber daya alam lainnya seperti produk pemanas air dan kendaraan.

Tulisan lain yang berkaitan

2 thoughts on “Inovasi dan Kewirausahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s